Friday, June 17, 2011

Membangun Klub Profesional

Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk membangun klub tanpa APBD :
pertama dana APBD harus dilihat sebagai modal yang harus dikembangkan dan tidak setiap tahunnya dihabiskan kemudian minta lagi kalau kurang. Modal tersebut harus di investasikan untuk mendapatkan keuntungan sehingga dapat lebih mandiri. Anggaran APBD haruslah disikapi sebagai jalan sementara, bersifat komplemen/tambahan dan dari sudut manapun tetap saja tidak sehat karena membebani anggaran rakyat dengan mengurangi hak-hak dasar masyarakat
Kedua Pengelolaan Klub Berbasis Suporter, ini adalah salah satu cara mengelola  fanatisme suporter dengan dilibatkan dalam pengelolaan tim. Realitas yang terjadi suporter hanya menjadi obyek dalam sistem manajemen. Pelibatan mereka adalah keharusan sebagai upaya bahwa klub sepak bola adalah milik publik bukan lagi “APBD”. Pelibatan supoter itu dapat di lakukan dengan kepemilikan saham, usaha merchandise dan kebijakan klub.
Ketiga, keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan klub harus di mulai. Hal ini sebagai upaya untuk melakukan start profesionalisme pengelolaan klub sepak bola.
Keempat menghilangkan “birokratiisme” dalam kepengurusan sepak bola, sederhananya privatisasi, klub yang pengelolaannya diserahkan secara ekslusive ke pihak suporter akan dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang menjunjung tinggi profesionalitas dan profit oriented.
Kelima Untuk melakukan pembinaan pemain lokal dan menekan nilai kontrak pemain utamanya pemain asing, klub di satu daerah harus berani melakukan pembinaan pemain muda lokal sehingga kedepan kompetisi sepak bola mampu menelorkan bibit unggul dan profesional. Tentunya akan membuahkan hasilnya juga pada prestasi Tim nasional kita.
Dengan demikian jalan tengah antara penyelamatan uang rakyat untuk pemenuhan hak-hak dasarnya akan tetap terpenuhi dan  akan lahir sebuah iklim kompetisi sepak bola yang sehat. Tentu di topang oleh pengelolaan klub sepak bola secara profesional.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More